Taipei, medianetral.com — Ribuan jemaah Muslim memadati Hakka Culture Theme Park, Zhongzheng District (臺北市中正區汀州路三段2號)Taipei, pada Ahad, 14 Desember 2025, dalam acara Tabligh Akbar Al-Hadi yang menghadirkan dai Indonesia, Koh Dennis Lim, dengan tema “Yuk Taat, Hidup Hanya Sesaat.” Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum penguatan spiritual, tetapi juga langkah nyata penggalangan wakaf untuk pembangunan Pesantren Islam pertama di Taiwan.
Dalam tausiahnya, Koh Dennis Lim mengajak jemaah untuk kembali menata tujuan hidup, mengingat keterbatasan usia, serta memperkuat ketaatan kepada Allah SWT di tengah tantangan hidup sebagai Muslim di negeri minoritas. Ia menekankan pentingnya hidup sederhana, menjaga kehalalan, serta konsisten berada di jalan ketaatan. “Hidup ini singkat. Yang akan menyelamatkan kita bukan seberapa banyak yang kita punya, tapi seberapa taat kita kepada Allah,” ungkapnya di hadapan jemaah.
Selain kajian, acara ini secara khusus mengusung Gerakan Wakaf Pesantren Islam Taiwan yang diinisiasi oleh Al-Hadi Taiwan Islamic Education and Cultural Center (TIECC). Dari rangkaian kegiatan tersebut, panitia mencatat penggalangan dana wakaf sebesar NTD 326.066 yang akan digunakan untuk membantu pelunasan lahan sebagai pusat pendidikan Islam berkelanjutan bagi generasi Muslim di Taiwan.
Ketua Panitia Tabligh Akbar Al-Hadi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas antusiasme jemaah. “Kami bersyukur atas kehadiran ribuan jemaah dan atas kepercayaan umat yang turut berpartisipasi dalam wakaf ini. Pencapaian donasi ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masa depan pendidikan Islam di Taiwan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya kepada medianetral.com.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Koh Dennis Lim memiliki makna tersendiri bagi komunitas Muslim Indonesia di Taiwan, khususnya para pekerja migran. “Beliau membawa pesan dakwah yang dekat dengan realitas kehidupan, jujur, dan membumi. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai acara seremonial, tetapi menjadi awal kesadaran kolektif untuk membangun institusi pendidikan Islam yang kuat dan berkelanjutan di Taiwan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Dennis Lim Setiawan atau Koh Dennis Lim merupakan pendakwah Indonesia keturunan Tionghoa yang dikenal luas melalui kisah hijrahnya. Ia pernah menjalani kehidupan sebagai bandar judi di Thailand sebelum akhirnya berhijrah dan mendalami Islam di Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Bandung. Kini, ia aktif berdakwah dan menginspirasi masyarakat melalui kajian-kajian keislaman di berbagai negara.











https://shorturl.fm/KTyAI
https://shorturl.fm/w1cX3