INDRAMAYU, MEDIANETRAL.COM – Pemerintah terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan melalui program Irigasi Perpompaan (IRPOM). Salah satunya melalui pembangunan IRPOM yang dilaksanakan di 37 lokasi sesuai dengan keberadaan 7 Gapoktan tani di wilayah di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Senin 19/10/2026
Pembangunan IRPOM ini menjadi angin segar bagi para petani di Kecamatan Gantar yang selama ini sangat bergantung pada curah hujan. Di musim kemarau, ribuan hektar sawah di wilayah tersebut kerap mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.
Iwan Supriyanto (KTNA) Kabupaten Indramayu menyampaikan, pembangunan IRPOM di Gantar bertujuan untuk mengoptimalkan sumber air yang ada seperti sungai, waduk, dan air tanah dalam untuk dialirkan ke lahan pertanian.
“Dengan adanya IRPOM, kita harapkan petani di Gantar tidak lagi hanya panen satu kali dalam setahun. Targetnya bisa tanam kapan saja, sehingga Indeks Pertanaman (IP) meningkat dan kesejahteraan petani juga ikut naik,” ujarnya.
Program IRPOM tersebut meliputi pembangunan rumah pompa, pengadaan mesin pompa air berkapasitas besar, jaringan pipa, dan bak penampung. Air dari sumber air dipompa dan dialirkan untuk mengairi lahan pertanian seluas puluhan hingga ratusan hektar.
Diharapkan dengan beroperasinya Irigasi Perpompaan ini, ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu sebagai salah satu lumbung padi nasional dapat terus terjaga, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Kecamatan Gantar.
Pemerintah juga mengimbau kepada kelompok tani penerima manfaat untuk menjaga dan merawat fasilitas IRPOM yang telah dibangun agar dapat digunakan secara berkelanjutan.









