INDRAMAYU, MEDIANETRAL.COM – Karso, warga Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, dikenal dengan sebutan “Tapak Petir” karena metode terapi tradisionalnya yang khas. Pria paruh baya ini membuka praktik pengobatan alternatif dan sudah dipercaya warga sejak 17 tahun terakhir pernah buka praktek di jakarta, dan kini hadir menetap buka praktek di rumahnya sendiri Desa Gadingan.

Pasien yang datang umumnya mengeluhkan saraf kejepit, asam urat, stroke, diabetes, asam lambung, kolesterol, maaf, asma, rematik, migren, vertigo, trauma, phobia, depresi, kista, kangker, sinus, polip, mata, gurah dan hingga pegal-pegal menahun. Salah satu pasien, Acep Syahri, mengaku kondisinya membaik setelah melakukan terapi. “Awalnya kaki saya terasa linu nyeri. Sekarang sudah terasa mendingan,” tuturnya.

Meski tradisional, Karso tetap menyarankan pasien untuk cek ke dokter jika keluhan berat. “Kalau patah tulang atau butuh operasi ya harus ke rumah sakit. Saya hanya bantu yang bisa dibantu dengan totok saraf,” tegasnya.
Praktik Karso Tapak Petir buka setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB. Keberadaannya menjadi salah satu alternatif pengobatan tradisional yang masih diminati warga Indramayu.









