Ketua GNPK-RI Jabar Abah Nana: Patriotik Masa Kini Adalah Berani Lawan Korupsi Anggaran Rakyat

BANDUNG, MEDIANETRAL.COM – Pernyataan ucapan selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 oleh Abah Nana selaku Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Jawa Barat membawa pesan moral dan kebangsaan yang mendalam.

Sebagai pimpinan dari lembaga anti-korupsi di tingkat daerah, ucapan ini bukan sekadar seremonial formalitas, melainkan sebuah refleksi kritis yang menghubungkan sejarah perjuangan 1928 dengan realitas kebangsaan saat ini.

Menanggapi tema resmi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI tahun 2026 yaitu *”Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”*, Abah Nana menafsirkannya dalam aksi nyata:

1. Patriotik: Bagi GNPK-RI Jabar, patriotisme era modern bukan lagi angkat senjata, melainkan keberanian melawan segala bentuk penyelewengan anggaran rakyat dan penyalahgunaan jabatan.

2. Gigih: Menggambarkan komitmen tanpa henti dalam mengawal keterbukaan informasi dan menuntut penuntasan kasus hukum tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu.

3. Berempati: Menyoroti kepekaan sosial terhadap kondisi masyarakat yang sedang kesulitan. Sikap ini diwujudkan dengan memastikan uang rakyat benar-benar kembali untuk kesejahteraan rakyat, bukan habis oleh praktik KKN.

Lebih lanjut, Abah Nana menegaskan bahwa Sumpah Pemuda harus menjadi benteng integritas. Ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa harus menjadi sumpah pribadi bagi pemuda masa kini untuk menolak suap, gratifikasi, dan budaya nepotisme.

Dalam momentum ke-98 ini, Abah Nana juga menyerukan ajakan aksi. Ia menekankan pentingnya sinergi antara organisasi masyarakat, pemuda, dan aparat penegak hukum untuk menciptakan lingkungan Jawa Barat yang bersih, akuntabel, dan transparan.

“Pemuda diminta tidak bersikap apatis terhadap kebijakan publik dan aktif mengawasi jalannya roda pemerintahan,” tegas Abah Nana dalam pesannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar