MAJALENGKA, MEDIANETRAL.COM – Gedung Yudha hari itu tampak berbeda. Ruangan yang biasanya menjadi saksi bisu rapat-rapat formal, kini dipenuhi oleh semangat kekeluargaan. Sebanyak 322 insan media mulai dari media cetak, elektronik, hingga media daring berkumpul dalam satu frekuensi: Silaturahmi Bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Acara yang diinisiasi oleh Diskominfo Majalengka ini bukan sekadar seremoni biasa. la adalah panggung terbuka bagi Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, MM, untuk berbagi visi, mendengar aspirasi, dan merayakan kemitraan strategis antara pemerintah dan pers. Gebrakan Kesejahteraan: Menjawab Keluhan dengan Tindakan
Salah satu kabar yang paling menyejukkan hari itu adalah komitmen Bupati-yang akrab disapa Mama Eman-terhadap kesejahteraan perangkat desa. Mendengar keluh kesah para pamong, ia mengambil langkah berani dengan mempercepat pencairan Siltap (Penghasilan Tetap) dari yang semula per tiga bulan menjadi dua bulan sekali.
Ini bukan sekadar kebijakan, tapi bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk mendengarkan dan merasakan denyut nadi masyarakat hingga ke tingkat desa,” ungkapnya.
Realita di Balik Motto “Langkung Sae” Motto “Langkung Sae” bukan sekadar slogan di atas kertas. Dalam satu tahun kepemimpinannya, Mama Eman telah membuktikan bahwa perubahan bisa diwujudkan lewat tindakan nyata. Beberapa pencapaian yang patut diapresiasi antara lain:
1. Penurunan Angka Kemiskinan: Keberhasilan menurunkan angka kemiskinan secara signifikan di Kabupaten Majalengka.
2. Infrastruktur yang Berkelanjutan: Meski anggaran daerah terbatas, Bupati berhasil menarik dana pusat untuk perbaikan jalan, salah satunya ruas jalan Bongas – Leuweunghapit.
3. Ketahanan Sosial: Fokus pada stabilitas harga kebutuhan pokok, kemudahan akses pupuk bagi petani, dan ketersediaan lapangan kerja. Pers sebagai Jembatan dan Pengawal Pembangunan.
Di hadapan ratusan jurnalis, Bupati menekankan bahwa pers adalah mitra kritis sekaligus penyambung lidah masyarakat. la tidak menutup diri dari kritik; justru ia membuka lebar pintu komunikasi bagi para jurnalis untuk melaporkan setiap keluhan warga.
Tantangan geopolitik dunia memang membawa dampak ekonomi yang tidak mudah, namun dengan efisiensi energi dan pengelolaan keuangan yang bijak, Majalengka optimis untuk terus melangkah maju.
Akhir yang Berkesan: Sebuah Tanda Kasih
Meski digelar dengan kesederhanaan, acara ini berlangsung penuh khidmat. Sebagai penutup, Mama Eman memberikan bingkisan sebagai bentuk kadeudeuh (tanda kasih) kepada seluruh insan media yang hadir. Sebuah simbol bahwa di balik berita-berita hebat, ada kerja keras para jurnalis yang harus dihargai.
Majalengka kini bukan hanya sedang membangun jalan atau jembatan, tapi sedang membangun kepercayaan-sebuah pondasi terkuat untuk masa depan yang Langkung Sae.









