TAIWAN, MEDIANETRAL.COM – Bentuk kepedulian terhadap pendidikan Islam di Taiwan, Toko Indo Diary Keelung (基隆市安樂區安樂路二段213號)Taiwan menyalurkan dukungan dana untuk pembangunan Pesantren Al Hadi, Minggu 19/04/2026
Kepedulian terhadap pendidikan agama anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan kembali ditunjukkan komunitas WNI. Toko Indo Diary Keelung, salah satu pusat perbelanjaan produk kuliner khas Indonesia di Taiwan, menyalurkan dukungan dana untuk pembangunan Pesantren Al Hadi. Pesantren Al Hadi Taiwan merupakan lembaga pendidikan Islam non-formal, Pesantren ini didirikan untuk mewadahi anak-anak semua negara di Taiwan untuk belajar Al-Qur’an, Bahasa Arab, dan Diniyah serta lainnya
Komitmen terhadap pendidikan generasi Islam Taiwan terus menguat. Toko Indo Diary Keelung, pusat kebutuhan diaspora Indonesia dengan kuliner khas Nusantara di Taiwan Utara, menyatakan dukungan penuh terhadap wacana pembangunan Pesantren Al Hadi yang digadang menjadi pesantren terbesar dan yang pertama di Taiwan. Pihak Toko Indo Diary siap menjadi motor penggerak dari donasi untuk merealisasikan rencana pembangunan pesantren. Toko Indo Diary Keelung dan Asosiasi Al Hadi Taiwan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya kepada seluruh elemen demi terwujudnya pembangunan pesantren terbesar dan pertama kali di Taiwan. Kenapa Pesantren Ini Penting. Wacana Pesantren Al Hadi muncul untuk menjawab kebutuhan secara keseluruhan perkembangan Islam di Taiwan.
Pemilik Toko Indo Diary Keelung, ibu deri saat di temui jurnalis medianetral.com, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan wujud cinta para WNI di Taiwan untuk perkembangan Islam.
“Kami di perantauan Taiwan selalu rindu berbuat baik untuk Islam. Semoga dana kecil dari kami ini bisa membantu wacana pembangunan pesantren terbesar dan pertama di Taiwan. Agar kedepannya di Al Hadi belajar lebih nyaman dan mencetak generasi Qurani. Saya juga berharap uluran tangan dari diaspora Indonesia serta dari berbagai negara lain yang berada di Taiwan dapat terus mengalir, dan bergotong royong agar pembangunan sarana pendidikan santri bisa cepat terlaksana. Semoga Allah membalas dengan rezeki yang berlipat dan usaha Toko Indo Diary semakin berkah, dan Ini amanah dari pelanggan setia Indo Diary Keelung juga,”_ ujarnya.
Dirinya menambahkan “Kami melihat langsung keresahan orang tua WNI di sini. Anak-anak lahir di Taiwan, bicaranya Mandarin, tapi mereka tetap anak Indonesia yang berhak kenal Al-Qur’an. Sebagai pengusaha, kami merasa punya tanggung jawab moral. Indo Diary siap mendukung, mulai dari sosialisasi ke pelanggan, galang dana komunitas, sampai menyediakan jaringan,” Tambahnya.









